Kamis, 23 Mei 2013

PENELITIAN TINDAKAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING



Pengertian.

Penelitian Tindakan dalam Bimbingan dan Konseling diorientasikan pada penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki/meningkatkan mutu praktek pembelajaran/layanan. Merupakan suatu proses antara guru dan siswa yang menginginkan terjadinya perbaikan, peningkatan dan perubahan pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal


Karakteristik PTK                                                                                                                                           
Secara garis besar karakteristik PTK adalah :
1.   Situasional,  artinya berkaitan langsung dengan permasalahan konkret yang dihadapi guru    dan siswa di kelas
2.  Kontekstual, artinya upaya pemecahan yang berupa model atau prosedur tindakan tidak lepas dari konteksnya, mungkin konteks budaya, social politik dan ekonomi dimana proses pembelajaran berlansung.
3. Kolaboratif, adalah kolaborasi antara guru dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan.
4. Self- reflective dan self evaluative, Pelaksana, pelaku tindakan, serta obyek yang dikenai tindakan melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap hasil atau kemajuan yang dicapai. Modifikasi  perubahan  yang dilakukan berdasarkan pada hasil refleksi dan evaluasi yang mereka lakukan
5.  Fleksibel, artinya   memberikan sedikit kelonggaran dalam pelaksanaan tanpa menlanggar kaidah metodologi ilmiah, misalnya tidak perlu ada prosedur sampling, alat pengumpul data yang lebih informal, sekalipun dimungkinkan dipakainya instrument formal sebagaimana dalam penelitian.

Penanda PTK :
1.        Masalah dirasakan dan dihadapi peneliti (konselor) dalam melaksanakan tugas pekerjaan.
2.       Tujuan PTK adalah melakukan perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan kearah yang lebih baik sebagai upaya pemecahan masalah. Menentukan model dan prosedur tindakan yang diberikan jaminan terhadap upaya pemecahan masalah yang mirip atau sama dengan melakukan modifikasi atau penyesuaian seperlunya.
3.     Manfaat /kegunaan PTK, langsung terlihat dan dapat dinikmati oleh konsumen (konselor) serta obyek penelitian (klien)
4.       Teori dipakai sebagai dasar memilih dan menentukan aksi atau solusi tindakan.
5.  Metodologi /desain bersifat fleksibel sesuai konteks tanpa mengorbankan asas ilmiah metodologi. Langkah kerja bersifat siklik (ada siklus) dan setiap siklus ada empat tahapan. Analisis terjadi dalam proses setiap siklus.

Masalah yang laik untuk PTK.
1.    Masalah tersebut menunjukkan suatu kesenjangan antara teori dan fakta empiric  yang dirasakan dalam proses pembelajaran atau keseharian guru/pembimbing/konselor.
2.     Adanya kemungkinan untuk dicarikan alternative solusinya melalui tindakan konkret yang dapat dilakukan guru/pembimbing/konselor.
3. Masalah tersebut memungkinkan dicari dan diidentifikasi hal-hal atau factor yang menimbulkannya. Factor-faktor penentu tersebut merupakan dasar atau landasan untuk merumuskan alternative solusi terhadap masalah yang dipilih.
 
Merumuskan hipotesis perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1.      Rumusan alternative-alternatif tindakan untuk pemecahan masalah berdasarkan hasil kajian.
2.    Kaji ulang/evaluasi setiap alternative pemecahan masalah yang diusulkan dari segi bentuk tindakan dan prosedurnya, segi kelaikan, kemudahan, kepraktisan dan optimalisasi hasil serta cara penilaiannya.
3.    Pilih alternative tindakan dan prosedur yang dinilai paling menjanjikan hasil optimal dan dapt dilakukan oleh guru/konselor dalam kondisi dan situasinya.
4.    Tentukan langkah-langkah untuk melaksanakan tindakan serta cara-cara untuk mengetahui hasilnya.
5.    Tentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan guna membuktikan bahwa dengan tindakan yang dilakukan telah terjadi perubahan, perbaikan atau peningkatan yang meyakinkan.


PENELITIAN TINDAKAN BIMBINGAN DAN KONSELING (PTBK)

Penelitian tindakan bimbingan dan konseling adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan untuk meningkatkan program layanan BK, sehingga menjadi lebih baik. PTBK dilakukan oleh guru BK sendiri, oleh karena itu permasalahan yang akan  dipecahkan dalam rangka peningkatan layanan BK untuk menjadi lebih baik tersebut adalah masalah yang dirasakan dan dihadapi oleh guru BK sendiri, dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, yaitu masalah layanan bimbingan dan konseling : 6 bidang layanan, 9 jenis pelayanan, dan 5 kegiatan pendukung.
Bidang layanan BK :
1.        Kehidupan pribadi
2.       Kehidupan social
3.       Kegiatan belajar
4.       Perencanaan, pelaksanaan dan pemantapan karier
5.       Kehidupan berkeluarga
6.       Kehidupan beragama
Jenis layanan BK :
1.        Orientasi
2.       Informasi
3.       Penempatan dan penyaluran
4.       Penguasaan konten
5.       Konseling individu
6.       Bimbingan kelompok
7.       Konseling kelompok
8.       Konsultasi
9.       Mediasi
Kegiatan pendukung :
1.        Aplikasi instrument
2.       Himpunan data
3.       Konferensi kasus
4.       Kunjungan rumah
5.       Alih tangan kasus

Kegiatan tersebut diatas dikelompokan dalam program pelayanan :
1.         Pelayanan dasar : bimbinhan kelas, pelayanan orientasi, pelayanan informasi, bimbingan    kelompok, pengumpulan data.
2.   Pelayanan responsif : konseling individual dan kelompok,referral, kolaborasi guru mapel/wali kelas,kolaborasi dengan  orang tua, kolaborasi dengan fihak-fihak terkait di luar sekolah,konsultasi, bimbingan teman sebaya, konferensi kasus dan kunjungan rumah.
3.       Perencanaan individual  dimaksudkan adalah konselor membantu klien menganalisa kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi, social, belajar dan karier
4.       Dukungan sistem meliputi : pengembangan profesi, manajemen program, riset dan pengembangan.(depdiknas,2007)
Komponen Proposal / laporan PTBK.
Laporan penelitian merupakan manifestasi dari kegiatan seorang peneliti yang sudah mencoba melakukan kegiatan penelitiannya berdasar proposal yang telah dipersiapkannya. Proposal penelitian berisi  kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti, sedangkan laporan penelitian berisi hal-hal yang telah dilakukan oleh peneliti.
Laporan penelitian terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN, berisi amatan selintas penelitian terhadap suatu gejala di lapangan, atas dasar kondisi lapangan tersebut muncullah masalah dan untuk memperjelas permasalahannya dirumuskanlah pertanyaan penelitian.
BAB II : KERANGKA TEORI DAN KERANGKA BERFIKI, berisi analisis ilmiah terhadap masalah dan kemungkinan pemecahannya. Tinjauan teoritik pertanyaan penelitian dan kemungkinan menjawabnya. Semuanya seyogyanya didukung oleh hasil amatan ilmuwan tentang gejala di lapangan yang relevan.
BAB III : METODE PENELITIN, berisi rancangan pemecahan masalah, rancangan cara menjawab pertanyaan penelitian,rancangan cara kerja peneliti untuk melaksanakan pengamatan ilmiah ilmiah.
BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, berisi pemecahan masalah dan hasilnya, kegiatan mencari dan menyusun jawaban pertanyaan penelitian. Ini semua berdasarkan pada kerja pengamatan ilmiah peneliti di lapangan dan hasil pengamatannya.
BAB V: SIMPULAN DAN SARAN, berisi simpulan dan saran berdasar hasil pemecahan masalah berupa jawaban terhadap masalah yang telah diajukan. Semua harus berdasar atas hasil pengamatan di lapangan dan olahan yang dilakukan.

Penyusunan Proposal
Judul Penelitian : singkat, spesifik, jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan masalah.
Bidang Kajian : bidang kajian BK misalnya : masalah belajar siswa, teknik dan strategi BK, pengembangan dan penggunaan alat bantu BK, evaluasi BK, proses BK dan sebagainya.
Pendahuluan : analisis situasi lapangan terkait dengan pelaksanaan BK di sekolah yang ditangani oleh guru BK. Bagian ini berisi uraian tentang hal-hal mengenai konsep BK maupun fakta dilapangan yang memungkinkannya diberikannya layanan BK sehingga memunculkan masalah. Masalah akan muncul apabila terjadi kesenjangan antara konsep dan fakta. Bagian ini berisi uraian sebagai berikut :
1.        Analisis kesenjangan (berbasis data) sehingga muncul masalah.
2.       Masalahnya nyata dirasakan dan dihadapi oleh guru BK
3.       Masalahnya sendiri harus jelas
4.       Mendesak untuk segera diatasi
5.       Fisibel untuk dilaksanakan (waktu,biaya, data dukung yang lain)
Perumusan dan pemecahan masalah
1.        Perumusan masalah : seyogyanya dalam bentuk kalimat Tanya, jelas, spesifik dan menggambarkan alternative tindakan.Misalnya : apakah dengan pemberian LKS partisipasi siswa dalam layanan informasi dapat meningkat?
2.       Pemecahan masalah : uraian pendekatan /konsep yang akan digunakan untuk memecahkan masalah. Tunjukan  pada bab ini akar penyebab permasalahan.
Tujuan Penelitian : nyatakan secara spesifik dan operasional dan harus sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan.
Manfaat Penelitian : jelaskan apa manfaatnya bagi siswa, guru dan sekolah, juga nyatakan inovasi apa yang diharapkan akan dihasilkan.
Tinjauan Pustaka :Tuliskan kajian teori atau hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan tindakan agar permasalahan dapat dipecahkan. Deskripsikan semua variable penelitian sampai diperoleh indicator. Akhiri kajian teori ini dengan memunculkan hipotesis tindakan. Contoh : Dengan memberikan LKS pada siswa dalam layanan informasi dapat meningkat.
Metode Penelitian : Kemukakan obyek, latar, waktu, dan lokasi penelitian. Uraian secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan, mencakup : perencanaan, tindakan,observasi dan refleksi. Tunjukan siklus-siklus dan criteria keberhasilannya. Tunjukan cara pengumpulan data dan alat yang akan digunakannya.
Jadwal Penelitian : buat chart, uraikan aktivitas apa yang akan dilakukan secara rinci, rincian aktivitas harus relevan dengan metode penelitian, waktu maksimal 4 bulan.
Anggaran Penelitian: Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu kepada kegiatan penelitian. Rekapitulasi biaya penelitian mencakup: a) honorarium ketua, b) biaya operasional, c) biaya pembelian ATK, d) lain-lain pengeluaran

Tidak ada komentar:

obah ojo owah

 obah ojo owah tiga kata bahasa jawa tersirat berbagai makna. obah dimaksudkan bergerak. ojo bisa larangan, rambu2 waspada dan himbauan. owa...